Mengenal Es Krim Berkarbonasi, Paten Baru Bidang Fisika

Teman-teman yang lagi work from home (WFH), bealajar dirumah atau melakukan aktivitas sehari-hari dirumah. Pasti pernah bosan, nah, sudah mencoba belum untuk membuat Es Krim? Kali ini Sahabat Ristek akan  sedikit berbagi informasi tentang es krim berkarbonasi yang baru saja memperoleh hak paten.

Profesor teknik ilmu makanan, Michael E. Wagner, Ph.D. dan koleganya Syed Rizvi baru saja mematenkan penggunaan Efek Joule-Thompson. Hasil penemuan mereka berupa mesin yang menggunakan efek untuk membuat es krim instan kapan saja. Proses paten tersebut memakan waktu selama 5 tahun di U.S. Patent and Trademark Office. Penganugerahan yang diberikan kepada Michael E. Wagner dan Syed Rizvi merupakan penemuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Sahabat Ristek, penasaran kan bagaimana proses es krim instan tersebut?

Es krim dibuat dengan menggunakan karbondioksida bertekanan dan  diubah menjadi campuran es krim cair kemudian es krim bisa disantap kapan saja. Cara kerja mesin untuk membuat es krim ini sangat sederhana dan cepat. Lantaran mesin mampu mengubah campuran bahan-bahan untuk membuat es krim hanya dalam waktu 3 detik.

Kira-kira bagaimana ya model mesin cangih yang dimaksud?

Hal yang menjadi pembeda dari cara teknik membuat es krim yang dilakukan oleh dua professor teknik ilmu pangan tersebut adalah membuat es krim dengan memberikan karbondioksida bertekanan tinggi melewati nosel yang menciptakan kekosongan menarik dalam es krim cair. Fakta ilmiah dibalik pembuatan es krim yakni ketika karbondioksida berubah dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, CO2 akan  mendinginkan campuran es krim hingga minus 70 derajat C, membekukannya dengan cepat  dan sangat berbeda jika menggunakan cara konvensional yang memelukan waktu cukup lama untuk membeku. Proses yang dilakukan Michael E. Wagner dan Syed Rizvi tidak lepas dari  Efek Joule-Thompson dalam bidang ilmu fisika.

Tanpa dipungkiri, penemuan baru yang dipatenkan ini memiliki dampak positif untuk alternatif  ramah lingkungan. Bahwa penggunaan “cool chain”  yang selama ini untuk mendinginkan es krim dan mempertahankan pada suhu minus 20 derajat celcius sudah bisa terbantu. Es krim instan ini telah mampu mengurangi penggunaan transportasi untuk logistic cool chain sehingga tidak menambah pencemaran udara.

Istilah-istilah:

  • Cool Chain: Biasa digunakan pada industry makanan & minuman, bio-farmasi untuk pendinginan dan pembekuan dengan tujuan mengawetkan sifat-sifat alami. Prosesnya membutuhkan transportasi dalam proses rantai pasok agar produk tetap terjaga sampai ditangan konsumen
  •  Efek Joule-Thompson : Perubahan temperature gas atau cairan saat dipaksa melalui suatu katup atau bahan berpori sementara dalam keadaan terinsulasi sehingga tidak ada panas yang dipertukarkan dengan lingkungan sekitarnya